Menggendong Balita Saat Hamil, Bisa Ga Sih?

Akhir-akhir ini saya mendapatkan banyak kabar gembira bahwa teman-teman menggendong saya banyak yang sedang berbadan dua lagi. Selamat ya! Semoga kehamilannya selalu sehat dan lancar hingga persalinan nanti. Nah, di antara yang sedang hamil tersebut, banyak juga yang masih memiliki balita yang masih ingin digendong, gimana ya? Gendongan apa yg cocok? Teknik gendong apa yg aman?

Pertama, dengarkan sinyal tubuh kita. Bila kita merasa masih kuat menggendong, silakan gendong. Tapi bila merasa kesulitan & kondisi tubuh tidak memungkinkan, maka delegasikan kegiatan menggendong ini ke ayahnya, neneknya, atau beri pengertian si kakak bahwa sementara waktu ibu tidak dapat menggendong. Ganti kegiatan menggendong dengan lebih banyak memeluk & membelai si kakak.

Kedua, sebisa mungkin kurangi tekanan ke bagian perut, bisa menggendong samping (di pinggang) maupun gendong belakang. Jenis gendongan yg cocok digunakan oleh ibu hamil antara lain: Ringsling, pouch, Onbuhimo, dan woven wrap.

Ringsling & pouch dapat digunakan untuk gendong samping. Menggendong samping ini dapat dilakukan apabila anak di atas 4 bln atau telah memiliki kontrol kepala yg baik.

Tutorial menggendong samping dengan ringsling dapat dilihat di sini.

Tutorial menggendong samping dengan pouch dapat dilihat di sini.

Menggendong Samping Menggunakan Ringsling
Menggendong Samping Menggunakan Pouch

Onbuhimo dapat nyaman digunakan untuk gendong belakang. Onbuhimo ini sekilas seperti jenis soft structure carrier tapi tanpa waistband sehingga tidak memberikan tekanan pada perut. Tutorial menggendong dengan onbuhimo dapat dilihat di sini.

Menggendong Belakang Menggunakan Onbuhimo

Woven wrap dapat digunakan untuk gendong samping maupun gendong belakang. Woven wrap ini sangat serbaguna, namun memerlukan waktu utk menguasai teknik-teknik menggendongnya. Adapun teknik menggendong belakang yg dapat dilakukan oleh ibu hamil antara lain:

1. Variasi Ruck: Ruck tied at shoulder (TAS) (tutorial di sini), Ruck tied at bum (TUB) (tutorial di sini), ruck tibetan finish (tutorial di sini), ruck candy cane chestbelt (CCCB) (tutorial di sini), rear reinforced ruck (tutorial di sini), strangleproof ruck (tutorial di sini), twisted pirate (tutorial di sini).

2. Variasi Double Hammock (DH) : DH TAS (tutorial di sini), DH TUB (tutorial di sini), DH CCCB (tutorial di sini), Semi DH (tutorial di sini), Wendy’s DH (tutorial di sini), DH Double rings (tutorial di sini), Shepherd’s carry (tutorial di sini), DH fresh water (tutorial di sini), DH salt water (tutorial di sini).

3. Teknik lainnya: short ruckless bikini carry (tutorial di sini), Half Jordan Back Carry (tutorial di sini).

Ketiga, hindari menggendong dalam durasi lama. Selama kehamilan, pelvic floor sudah mendapatkan tekanan tambahan dari janin yang tumbuh & berkembang. Kegiatan menggendong ini juga menambah tekanan pada pelvic floor. Usahakan beristirahat setelah 15-20 menit menggendong.

Keempat, selamat menikmati kehamilan & kegiatan menggendong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *