Menggendong Anak: Antara Mitos dan Fakta

Secara turun-temurun, kegiatan menggendong bayi sudah menjadi kebiasaan dalam keseharian bangsa Indonesia. Sekarang kegiatan menggendong anak pun kembali menjadi trend dan terdapat banyak sekali pilihan jenis dan merk gendongan di pasaran. Namun ternyata, masih banyak yang belum memahami bagaimana cara menggendong yang ergonomis dan lebih percaya pada mitos dibandingkan hasil penelitian ilmiah para ahli. Mitos yang sering kita dengar antara lain bahwa kaki bayi harus diluruskan dan tidak boleh “dipekeh” (mengangkang) karena nanti anak jalannya jadi mengangkang, badannya menjadi bungkuk, atau kaki bayi akan tumbuh berbentuk O. Benarkah mitos ini? Mari kita telaah bagaimana pertumbuhan tulang belakang dan kaki bayi sejak lahir.

Perkembangan Tulang Belakang Manusia
sumber: hipdysplasiainstitute.org

Saat lahir, bentuk tulang belakang bayi masih melengkung (total kyphosis) yang apabila dilihat dari samping akan membentuk seperti huruf C (sering disebut C-shape). Hal tersebut tentu saja berhubungan dengan pertumbuhan bayi di dalam rahim selama 9 bulan. Seiring dengan pertumbuhannya, tulang belakang bayi akan berubah semakin tegak menuju ke bentuk tulang belakang yang sama dengan tulang belakang manusia dewasa (lumbar lordosis).

Selain perubahan tulang belakang, bentuk kaki bayi juga mengalami perubahan seiring pertumbuhannya. Kaki bayi baru lahir secara alami berada dalam posisi seperti kaki kodok (frog-like position) dan tidak diperbolehkan untuk meluruskan kaki bayi baru lahir. Apabila kita memaksa meluruskan kaki bayi baru lahir, dikhawatirkan sendi kaki akan bergeser dari soketnya dan bayi mengalami kelainan tulang (hip dysplasia). Hip dysplasia pada bayi baru lahir sering kali tidak terdeteksi dan meluruskan kaki bayi akan memperparah keadaan tersebut. Seiring pertumbuhannya, bayi mulai bisa merangkak, berdiri, berjalan dan kemudian berlari, maka bentuk kaki bayi pun akan berubah menjadi lurus dengan sendirinya.

Posisi natural kaki bayi seperti kaki katak (frog-like position)
sumber:www.winfssi.com
Perkembangan bentuk kaki anak

Setelah mengetahui bentuk dan posisi alami tulang belakang  dan kaki bayi, kita dapat mulai membahas bagaimana cara menggendong yang ergonomis, nyaman untuk bayi serta penggendong. Pada prinsipnya menggendong bayi harus sesuai dengan pertumbuhan tulang belakang dan posisi kaki bayi tersebut, serta memperhatikan keamanan bayi yang digendong. Babywearing International menggalakan beberapa prinsip yang harus diperhatikan saat menggendong yaitu:

TIGHT: Alat gendong yang digunakan hendaknya dipakai sehingga bayi merasa dipeluk dan tidak ada bagian yang longgar.

IN VIEW: Penggendong hendaknya dapat selalu melihat bayi, wajah bayi tidak tertutup baju penggendong maupun kain gendongan.

CLOSE ENOUGH TO KISS: Bayi berada di posisi yang cukup tinggi sehingga mudah untuk dicium tanpa penggendong menundukkan kepala.

KEEP CHIN OFF CHEST: Selalu posisikan dagu bayi agar tidak menempel ke dadanya saat digendong. Hal ini untuk mencegah jalur pernafasan bayi terhambat.

SUPPORT BACK: Alat gendongan hendaknya dapat menopang punggung bayi dengan baik tanpa tangan penggendong.

Kelima prinsip tersebut disingkat dan lebih dikenal dengan istilah TICKS. Untuk memenuhi prinsip TICKS tersebut, posisi menggendong yang direkomendasikan adalah posisi bayi tegak (upright) dengan kaki membentuk huruf M (M-shape) dimana bokong bayi sedikit lebih rendah dibandingkan lututnya dan alat menggendong dapat menopang dari belakang lutut yang kanan ke belakang lutut kiri (knee-to-knee). Menggendong bayi dengan tegak dan M-shape dapat dilakukan dari mulai bayi baru lahir hingga lebih dari 1 tahun. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat posisi menggendong pada berbagai usia bayi di bawah ini:

Posisi menggendong bayi secara tegak (upright dan M-shape)
sumber:Baby-Doo USA, 2015

Dari gambar tersebut terlihat bahwa kaki bayi tidak dibuka selebar badan penggendong, namun disesuaikan dengan posisi kaki alaminya, sehingga tidak ada hambatan bagi penggendong berbadan besar untuk menggendong bayi dalam posisi tegak dan M-shape seperti pada gambar. Adapun manfaat dari menggendong anak dengan posisi tegak seperti gambar antara lain:

  1. Pertumbuhan tulang belakang bayi lebih optimal karena menggendong mengikuti perkembangan alaminya.
  2. Penggendong dapat dengan mudah mengawasi jalan nafas bayi sehingga terhindar dari resiko asphyxia dan dapat mudah bereaksi & memenuhi kebutuhan bayi.
  3. Pada bayi kecil, pencernaannya belum sempurna sehingga dengan menggendong tegak, gravitasi akan membantu ASI/susu formula untuk dapat turun ke pencernaan bayi sehingga mengurangi gumoh.
  4. Bayi yang digendong dalam posisi tegak cenderung lebih sadar akan lingkungannya dibandingkan dengan bayi yang sering dibiarkan dalam posisi tiduran. Hal ini karena bayi dapat melihat lebih banyak hal dari sudut pandang yang lebih tinggi.
  5. Menggendong dengan posisi tegak juga dapat membantu bayi untuk menguatkan otot-otot leher dan punggungnya karena harus melawan gravitasi.
  6. Cara menggendong tegak tersebut juga membuat penggendong tidak mudah lelah dan pegal, serta memudahkan penggendong dalam melakukan aktifitas sehari-hari.
  7. Hip dysplasia pada bayi baru lahir seringkali tidak dapat terdeteksi, sehingga dengan menggendong M-shape, kita membantu agar posisi sendi pinggul tetap berada di tempatnya dan tidak memperparah kondisi bayi yang ternyata mengalami hip dysplasia.

Lalu bagaimana dengan kebiasaan menggendong anak dalam posisi berbaring? Menggendong anak dengan posisi berbaring (cradle hold position) tidaklah optimal untuk pertumbuhan bayi. Selain itu, ada beberapa resiko dengan posisi bayi berbaring tersebut, seperti bayi mengalami asphyxia akibat dagu yang menempel pada dada sehingga menghambat jalan nafas, penggendong mudah lelah dan pegal akibat center of gravity tubuh yang bergeser jauh dari normal, resiko bayi terbentur, serta kaki bayi yang dipaksa lurus dapat memperparah kondisi hip dysplasia yg sering kali tidak terdeteksi pada bayi baru lahir.

Dari paparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kaki bayi harus diluruskan dan tidak boleh dipekeh adalah mitos belaka. Dengan digendong pekeh atau M-shape, anak tidak akan berjalan bungkuk maupun mengangkang karena tulang belakang dan kaki akan lurus dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak. Sementara bentuk kaki O merupakan penyakit yang berhubungan dengan keturunan, dan bukan disebabkan oleh posisi menggendong.

Jadi, sudah tidak takut mitos dan lebih percaya diri untuk menggendong buah hati dong?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *